Smart City Solusi bagi Indonesia Masa Depan

InfoGaya – Apa yang harus dilakukan untuk memastikan Indonesia menjadi negeri yang makmur dalam arti sesungguhnya? Pertanyaan ini relevan untuk diajukan karena Indonesia kini berada di tengah tuntutan perubahan jaman, persaingan global, dan desakan perkembangan teknologi informasi dan digital yang menghilangkan batas. Semua orang di seluruh dunia kini nyaris terkoneksi secara real time.

Di beberapa negara dunia, kemajuan teknologi informasi itu diadaptasi untuk melahirkan model pendekatan pembangunan yang relatif baru yang disebut Kota Pintar (Smart City). Konsep kota pintar diyakini bisa menjadi solusi atas persoalan pembangunan di banyak negara. Kota Pintar didesain mampu meningkatkan produktivitas manusia yang tinggal di dalamnya, sebagai akibat penataan dan pengelolaan kota yang dilakukan dengam memanfaatkan teknologi informasi dan digital secara optimal di semua aspek. Mulai dari sistem pengelolaan dan pemanfaatan energi, pengaturan tata ruang, pembangunan gedung, pengendalian kualitas lingkungan, sistem transportasi, hingga sistem transaksi keuangan dan pembayaran, serta pelayanan publik. Singkatnya, kota dikembangkan menjadi mesin ekonomi dan produktivitas yang pada akhirnya menjadikan masyarakatnya sehat, produktif, dan sejahtera.

Beberapa kota di dunia yang saat ini sudah lebih dulu melangkah adalah Barcelona (Spanyol), New York (AS), London (Inggris), Nice (Prancis), dan Singapura adalah kota yang sudah lebih dulu melangkah dengan konsep Kota Pintar. Kelima kota ini dinilai memiliki keunggulan masing-masing dalam penerapan konsep Kota Pintar. Barcelona, misalnya, dinilai pintar dalam penerapan sistem pengelolaan dan pemeliharaan kualitas lingkungan dan serta perparkiran. Lalu London dinilai pintar dalam penerapan dan pemanfaatan teknologi serta open data resource. Sedangkan Singapura dinilai pintar dalam pengelolaan lingkungan dan kreatif dalam penggunaan teknologi untuk kepentingan pengelolaan kota (tata kota, lingkungan, pemanfaatan dan penggunaan energi listrik, waste management, dll) dan pengaturan seluruh sistem yang terkait dengan layanan publik.

Bagaimana dengan Indonesia? Di atas kertas, Indonesia jelas memiliki kesempatan yang sama untuk menerapkan konsep Kota Pintar di berbagai kota yang ada. Jakarta, Bandung, Surabaya, Denpasar, dan ibukota provinsi dan kota kabupaten, dan kota-kota lain yang memilikipotensisemakindikembangkanmenjadi Kota Pintar (Smart City)yang berujungsalahsatunyamenjadikotatujuanwisataatauindustri. Tentu saja, untuk merealisasikan itu, diperlukan bukan saja kemauan, tapi juga kesungguhan dan komitmen seriusdari seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat nasional maupun lokal, termasukkalanganindustridanduniausaha.

Langkah yang lain yang patut dilakukan adalah bagaimana mensosialisikangagasanpembangunanKota Pintar (Smart City) keseluruhmasyarakatdanpemangkukebijakan, sekaligusmembangun citra Kota Pintar itu sendiri. Pendekatan ini perlu dilakukan untuk membangun dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat untuk memastikan keberhasilan pembangunan Kota Pintar sebagai rumah sekaligus mesin ekonomi kota yang mampu menjadikan masyarakatnya hidup lebih sehat dan sejahtera.

Dalam kaitan itulah TEMPO menyelenggarakan seminar Smart City/Region, Creating Big Business Opportunitiespada 19 Mei 2017 mendatang. Seminar ini diarahkan dan diharapkan untuk memberikan perspektif yang lebih utuh tentang bagaimana implementasi pengembangan Kota Pintar yang bisa memberikan nilai baru bagi peningkatankualitaskotasendiri(lingkungan, tatakota, infrastruktur ekonomi, dan layanan publik) sekaligus memberikan benefit ekonomi secara jangka panjang.

Seminar ini akan menghadirkan para pembicara dan panel yang merepresentasikanpemangkukebijkandanpakarSmart Citydanpihakindustri. Seminar akan diadakan dalam beberapa sesi yang masing-masingakanmembahasisu yang lebihfokus terkait dengan pengembangan Kota Pintar.

Detail Seminar

• Keynote: Darmin Nasution, Menteri Kordinator Perekonomian RI.

• Sesi 1: Concept & Strategy.Pendekatan Strategis Pengembangan Kota Pintar untuk Mendukung Peningkatan Ekonomi Nasional. Sesi ini mengulas tentang perancangan konsep dan strategi dari perspektif kebijakan tingkatnasional yang diimplementasikandalamsistemtatapemerintahansehinggabisamendukungimplementasi pengembangan kotapintar.

Nara Sumber:
1. Prof. David Reibstein, Professor Marketing at Wharton Business School, University of Pennsyvania.
2. Tjahjo Kumolo, SH,MenteriDalamNegeri RI.
3. Rudiantara, MenteriKomunikasidanInformatika RI.

• Sesi 2: Business Oppurtunity. Pengembangan Infrastruktur Kota Pintar dan Peluang Investasi dan Bisnis. Sesiinimembahastentang beragam pendekatan praktik pembangunan infrastrukturkota yang layakuntukpeningkatankualitas layanan publik (smart governance) dan pendekatan pemasaran yang efektifuntukmemasarkansmart citykhususnyadengan smart digital technology bagipeningkataninvestasidan pertumbuhan ekonomi lokal/daerah.

Nara Sumber:
1. HandiIrawan, CEO Frontier Group.
2. Abdullah AzwarAnas, S.Pd., S.S., M.Si., BupatiBanyuwangi.

• Sesi 3: Smart Technology & Mobility. Pengembangan dan Penerapan Teknologi pintar yang diperlukan untuk mendukung peningkatan mobilitas ekonomi dan layanan publik.
• Nara Sumber
1. Arya Damar, CEO PT. AplikanusaLintasarta
2. HastonoBayuTrisnanto, DirekturUtama PT. Aino Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *