Pemain Membabi Buta Sampai Terkejut Juga

InfoGaya – Nonton bareng bersama peainnya memang mengasikkan, apalagi sebuah film Suspend Thriller seperti Membabi Buta karya Joel Fadly dari SAS Films.

Nonton bareng film Membaabi Buta yang di kategorikan Horror ini sebenarnya merupakan film dengan ketegangn yang luar biasa, sehingga adegan-adegan justru membuat tegang para pemainnya sendiri.

Seperti ketika menyaksikan Prisia Nasution, Ivanka Suwandi, Lenny Charlote dan Otig Pakis di kawasan Bangka, Jakarta Selatan.

Teriakan dan keterkejutan para pemain, padahal mereka yang memerankannya, bahkan merinding ketakutan meliat akting mereka sendiri, di film berdurasi sekitar 80 menit yang di tulis Anggi Septianto.

Film Membabi Buta yang di produseri Devi Monica ini bisa dinikmati di bioskop Indonesia mulai 4 Mei 2017, dan bisa disaksikan pemirsa Dewasa 17+, karena film ini menampilkan banyak darah, “dan tidak akan bisa di tayangkan di televisi, karena pasti banyak sensor kalau di TV” ujar Prisia Nasution.

Film Membabi Buta ini juga diperankan pemain muda Aurellia yang berperan sebagai Asti.

Nah ceritanya sendiri mengenai MARIATIN (Prisia Nasution) akhirnya diterima bekerja sebagai asisten rumah tangga dirumah milik dua orang perempuan kakak beradik SUNDARI dan SULASEMI yang berumur sekitar 55-60 tahun an. Mariatin juga membawa serta anaknya Asti untuk tinggal di rumah tersebut. Sundari dengan sikap ramahnya membuat Mariatin dan anaknya merasa nyaman tinggal disitu, bahkan Asti bisa sangat dekat dan nyaman dengan Sundari namun perlahan Mariatin merasa Asti mulai berubah dan mulai bersikap kasar padanya tapi Sundari selalu membela Asti dengan alasan dia masih anak kecil.

Sulasemi kakak Sundari, selalu terlihat bersikap dingin dan misterius. Hal ini kadang membuat Mariatin tidak nyaman dan takut. Tidak jarang Sulasemi bersikap kasar terhadap Mariatin tapi Sundari selalu menenangkan hati Mariatin. Sulasemi terbiasa menembangkan “mocopat megat ruh….” langgam yang seperti mantra yang hampir setiap hari disenandungkan oleh Sulasemi.

Hari berjalan Mariatin semakin merasakan keanehan dirumah besar itu, mulai dari sikap sundari yang berubah kasar dan sikap sulasemi yang semakin membuat Mariatin merasa terancam serta Asti anaknya yang mulai menjauh dari Mariatin dan ditambah kedatangan seorang Pria yang bernama Broto beberapa kali ke rumah tersebut yang selalu di usir Sundari. Bahkan dibeberapa malam Mariatin selalu mendengar jeritan perempuan yang seakan sedang di siksa tapi dia tidak pernah tahu dari mana suara itu berasal.

Mariatin menanyakan tentang suara perempuan tersebut kepada Sundari, namun yang dia terima malah ancaman. Sampai pada suatu hari Mariatin yang merasa semakin aneh mencoba melarikan diri namun mendapat perlawanan dari perempuan kakak beradik tersebut sehingga terjadilah perkelahian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *