Pariwisata Gorontalo

InfoGaya – Sejumlah investor siap menanamkan modal di sektor perhotelan Gorontalo sejalan dengan tren pariwisata yang mulai menggeliat.

Di sisi lain, Pemprov Gorontalo juga bakal mengembangkan rumah tinggal atau homestay untuk menambah jumlah akomodasi.

Resma Kabakoran, Plt Kepala Dinas Pariwisata Gorontalo mengatakan dua investor telah melakukan survei ke Kota Gorontalo sebagai bagian dari penjajakan pembangunan hotel baru. “Aston sudah survei, Mercure juga survei Mereka melihat Gorontalo potensial karena sudah ada Garuda masuk jadi layak dijajaki,” ujarnya.

Dalam catatan, Garuda Indonesia memang telah membuka rute penerbangan Jakarta-Makassar-Gorontalo sejak 2012. Di Januari 2017, Garuda juga terbang setiap hari dari Bandara Sam Ratulangi, Manado.

Di lain pihak, Batik Air juga sudah membuka penerbangan langsung setiap hari ke Gorontalo dari Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Resma mengakui, penambahan frekuensi penerbangan ke Gorontalo menjadi salah satu faktor pendorong industri pariwisata di Gorontalo Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, tingkat penghunian kamar atau okupansi hotel di Gorontalo tercatat 46,18% per April 2017, naik dari posisi April 2016 sebesar 43,37%.

Resma menuturkan, selain dua investor yang tengah dalam penjajakan pembangunan hotel, terdapat dua pembangunan hotel bintang yang sedang berjalan. Dia merinci, Grup Horison telah memulai pembangunan Hotel Horison Gorontalo. Pemilik Grand Q Hotel juga telah memulai pembangunan seratus kamar baru yang diestimasi bakal bisa digunakan pada Oktober 2017.

Untuk diketahui, Gorontalo kini memang mulai gencar mempromosikan pariwisata ke publik guna menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Oleh karena itu, jumlah akomodasi untuk menunjang kunjungan wisman tengah digenjot.

Resma mengatakan tahun ini provinsi berjuluk Serambi Madinah itu menargetkan kunjungan wisatawan sebanyak 30.000 turis. Sementara itu, tahun lalu, kunjungan turis asing mencapai 7.000 wisatawan sedangkan total pelancong yang melawat ke Gorontalo mencapai 367.000 atau tiga kali lipat dari target.

Selain hotel, guna menambah jumlah akomodasi, Pemprov Gorontalo juga bakal mengusulkan anggaran pembangunan seratus pondok wisata pada 2018 ke Kementerian Pariwisata. Hingga 2019, Kemenpar menargetkan pembangunan 100.000 pondok.

Resma mengatakan beberapa destinasi wisata di Gorontalo memang berdampingan dengan permukiman masyarakat sehingga potensial untuk dibangun pondok wisata. “Kami juga bisa rehabilitasi rumah masyarakat menjadi homestay, dikelola bersama dan bagi hasil,” jelasnya.

Resma menerangkan, penambahan akomodasi dengan membangun pondok wisata lebih cepat ketimbang hotel. Selain itu, biaya pembangunan per unit juga relatif murah, sekitar Rp70 juta hingga Rp100 juta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *