Hearts2Hearts’ Ian Dituduh Melakukan Bullying dan Pelecehan Seksual di Sekolah

SEOUL – Grup K-pop terbaru, Hearts2Hearts, resmi memulai debutnya pada 24 Februari 2025. Namun, tak lama setelah peluncuran mereka, salah satu anggota, Ian, menghadapi tuduhan serius terkait perilaku masa lalunya.
Tuduhan Bullying dan Pelecehan Seksual
Seorang pengguna internet yang mengaku sebagai mantan teman sekelas Ian di sekolah dasar dan menengah pertama mengklaim bahwa Ian terlibat dalam tindakan bullying dan bahkan melakukan pelecehan seksual terhadap guru. Dalam unggahannya, netizen tersebut menulis:
“Ian, akhirnya kau debut juga. Sebenarnya, aku sangat kaget waktu tahu akan debut jadi idol. Setelah melakukan banyak hal mengerikan, kau dengan tak tahu malunya malah jadi artis. Aku mulai merasa kasihan pada fansmu.”
Netizen tersebut juga mengingat insiden di mana Ian diduga melempar batu ke arah seorang siswa laki-laki yang tidak disukainya, menyebabkan kerusakan pada fasilitas sekolah. Selain itu, ia menuduh Ian dan teman-temannya melakukan pelecehan verbal dan seksual terhadap beberapa guru selama masa SMP.
Reaksi Publik dan Perbandingan dengan Kasus Lain
Setelah tuduhan ini mencuat, banyak netizen yang memberikan tanggapan beragam. Beberapa mengingat kasus serupa yang pernah menimpa Karina dari grup aespa saat debutnya pada tahun 2020. Pengguna X (sebelumnya Twitter) dengan akun @wonbinoutdid menulis:
“Sepertinya, ‘tradisi’ debut artis SM pasti selalu ada yang kena rumor bullying ya.”
Profil Singkat Hearts2Hearts
Hearts2Hearts adalah grup wanita beranggotakan delapan orang yang dibentuk oleh SM Entertainment. Mereka memulai debut pada 24 Februari 2025 dengan single album berjudul “The Chase”. Anggota grup ini terdiri dari Carmen, Jiwoo, Yuha, Stella, Juun, A-na, Ian, dan Ye-on. Nama “Hearts2Hearts” melambangkan keinginan grup untuk terhubung dengan penggemar global melalui musik yang penuh emosi dan pesan mendalam.
Kesimpulan
Tuduhan terhadap Ian telah memicu perdebatan di kalangan netizen dan penggemar K-pop. SM Entertainment belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait isu ini. Kasus ini mengingatkan pada insiden serupa yang pernah terjadi di industri hiburan Korea Selatan, di mana artis menghadapi tuduhan tak lama setelah debut mereka.