Danceventure dari Indonesia Dance Company

InfoGaya – Menari merupakan ekspresi jiwa, menari juga kebanyakan di perlukan tim yang solid, oleh karena itu di perlukan koreografer tari, dan Indonesia Dance Company (IDco) tahun ini kembali hadir dengan pertunjukkan tari Danceventure yang menghadirkan 8 karya tari terbaru dari koreografer professional Indonesia. Danceventure akan digelar selama dua hari pada hari Sabtu tanggal 26 Agustus 2017 pukul 7 malam dan Minggu tanggal 27 Agustus 2017 pukul 5 Sore di Gedung Kesenian Jakarta.

Danceventure adalah pertunjukkan tari yang berbeda dari pertunjukkan tari kebanyakan, dimana pada umumnya pertunjukkan tari balet dan kontemporer hanya menampilkan penari yang mewakili sekolan tari tertentu. Sementara di Danceventure semua penari dengan latar belakang berbeda bisa menari sambil unjuk keahlian selama mereka memiliki ketrampilan tari, pemahaman gerakan, cerita dan musik serta pengalaman yang tinggi. Claresta Alim, direktur artistik dan pendiri Indonesia Dance Company mengatakan bahwa penari di pagelaran tari Danceventure melewati proses audisi yang dimulai sejak awal tahun dan latihan berdisiplin tinggi.

“Kita berusaha mencari penari berbakat yang jarang dapat kesempatan untuk tampil dan mengembangkan bakat. Oleh karena itu selain proses souting kita pun mengadakan open-audition yang diikuti 30-an penari dan akhirnya terpilih 4 penari dari Jakarta, Medan dan Surabaya” ujar Claresta yang juga pernah menari sebagai penari profesional di Beijing Dance Academy, american Balet Theater, Washington Balet dan meraih gelar akademis untuk pendidikan tari di Royal Academy of Dance, London.

Danceventure yang diikuti total 23 penari berbakat Indonesia akan menampilkan 8 karya tari terbaru:

  1. Simfoni Hujan yang cantik dan melankolis (koreografer: Siti Soraya)
  2. Bermain yang upbeat dan jenaka (koreografer: Siti Soraya)
  3. Koloni yang tegas dan bersemangat tinggi (koreografer: Siko Setyanto)
  4. Kunang-kunang yang lembut dan penuh harapan (koreografer: Siti Soraya)
  5. Doa yang sakral dan penuh kontemplasi diri (koreografer Fifi Sijangga)
  6. Harapan melambangkan semangat dan pemikiran 5 koreografer yang berbeda yaitu Ari Prajanegara, Dheidra Fadhillah, Johan Sun, Michael Halim dan Siti Soraya.
  7. Gembira yang menebarkan energi positif dan amat berwarna (koreografer Claresta Alim)
  8. Dua Sejoli yang menginginkan kembali ke cinta pertama dan terinspirasi dari fim Galih dan Ratna (koreografer Michael Halim).

Salah satu koregraper tari Danceventure, Siti Soraya mengatakan bahwa karyanya banyak terinspirasi alam dan kehidupan manusia. “Saya suks melihat kunang-kunang di malam hari dan ini menginspirasi saya untuk tarian Kunang-kunang. Sementara untuk Simfoni Hujan. saya terinspirasi dari kehidupan manusia yang berwarna dan penuh tantangan. Namun di penghujung hujan selalu ada pelangi yang artinya, semua tantangan akan ada solusinya dan dapat kita hadapi,” ujar Siti yang karya tarinya “Seiten no Heki” meraih Juara pertama di kompetisi Dance Prix Indonesia 2015 dan Solo Contemporary Dance Prix 2016.

Siko Setyanto, penari didikan sanggar tari: Maniratari di Solo, justru menggarap tarian Koloni yang berbeda. “Koloni hadir dari kegelisahan saya terhadap masyarakat Indonesia belakangan ini yang mudah sekali terpecah dengan isu keberagaman dan bertendensi menjadikan semua orang seragam. Padahal justru keberagaman yang kita miliki adalah kekuatan dan dengan berkoloni bersama semua unsur yang berbeda, kita bisa tumbuh kuat, maju dan tak ketinggalan kereta,” ujar Siko yang meraih Hibah Seni Yayasan Kelola 2016 dengan karya tarinya berjudul ‘Nol’, yang mengantarnya ke Asia Dance Project di Korea mewakili Indonesia tahun lalu.

Sementara buat Mariska Febriyani yang pernah menjadi penari di Bangkok City Ballet dan Johan Sun yang khusus datang dari Medan untuk berlaga di Danceventure, kesempatan menari bersama yang dibuka lebar oleh Indonesia Dance Company (IDco) tanpa embel-embel sekolah tari tertentu jarang ada di Indonesia. “Saat IDco membuka audisi Danceventure mereka telah membuka pintu bagi penari professional dengan latar belakang berbeda untuk berbagi pengalaman dan bersenang-senang dipanggung yang sama. Itu jarang sekali di Indonesia,” ujar Mariska Febriyani yang juga pendiri Ballet ID.

Johan Sun pun bela-belain datang dari Medan ke Jakarta untuk latihan Danceventure. “Saya sangat senang masih bisa terpilih walaupun bukan ‘anak Jakarta’. Awalnya kita berlatih lewat saling tukar video rekaman latihan kita sehari-hari. Namun 2 minggu sebelum pentas, saya terbang ke Jakarta untuk lebih giat berlatih dan sinkronisasi dengan teman-teman penari lainnya.” ujar Johan yang kini membuka studio tari InMotion Dance House atar penari di Medan pun memiliki wadah untuk mengembangkan bakat, mengasah keterampilan dan bertukar pengalaman.

Tentang Indonesia Dance Company
Berdiri di tahun 2015, Indonesia Dance Company lahur dari semangat dan gagasan Claresta Alim, seorang penari profesional and entrepreneur muda berbakat yang peduli akan nasib dunia tari profesional di Indonesia. Dimana pekerjaan sebagai penari masih dipandang sebelah mata dan dianggap hanya sebagai ‘hobi’ belaka. Lewat Indonesia Dance Company, Claresta ingin mendirikan wadah buat bagi penari berbakat Indonesia untuk menari bersama dan membangun potensi semaksimal mungkin. Tujuan didirikannya Indonesia Dance Company adalah mengenalkan tari sebagai profesi berharga ke mata publik dengan cara membantu dan mendidik para penari berbakat Indonesia dengan mengikuti standar tari internasional, tanpa melupakan jati diri dan indentitas Indonesia yang penuh dengan keragaman budaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *