Max Verstappen Ragu Menang di F1 GP Australia 2025, McLaren Jadi Ancaman?

Max Verstappen mengungkapkan keraguannya terhadap peluangnya untuk memenangkan seri pembuka F1 GP Australia 2025. Meski begitu, pebalap Red Bull Racing itu tetap optimistis bahwa timnya akan bekerja keras untuk mempersiapkan balapan pertama F1 2025 yang akan digelar pekan depan.

Jelang Seri Perdana F1 2025

Musim baru Formula 1 akan resmi dimulai di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia, pada 14-16 Maret 2025. Sebagai juara dunia bertahan, Verstappen diunggulkan untuk meraih kemenangan. Namun, hasil tes pramusim di Sirkuit Internasional Sakhir, Bahrain, menunjukkan indikasi sebaliknya.

Dalam tiga hari uji coba tersebut, Verstappen tidak pernah mencatatkan waktu tercepat. Pencapaian terbaiknya hanya menempati posisi kedua di hari terakhir dengan waktu 1 menit 29,566 detik. Hasil ini menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan Red Bull dalam mempertahankan dominasinya di musim baru.

Verstappen Meragukan Peluangnya

Menanggapi hasil tes pramusim, Verstappen secara terbuka menyatakan keraguannya terhadap peluangnya untuk menang di seri perdana F1 2025. Meski demikian, ia tetap berharap bahwa timnya dapat melakukan penyesuaian yang lebih baik menjelang balapan di Melbourne.

“Saya tidak yakin kami bisa bertarung untuk kemenangan di Melbourne. Namun, semua yang ada di mobil bisa disetel dengan lebih baik di Melbourne dibandingkan di Bahrain,” ujar Verstappen, dikutip dari Motorsport, Minggu (9/3/2025).

McLaren Jadi Ancaman Utama

Verstappen bahkan lebih menjagokan McLaren F1 Team sebagai kandidat kuat pemenang di Melbourne. Ia melihat bahwa McLaren, yang diperkuat oleh Lando Norris dan Oscar Piastri, memiliki keunggulan dibanding timnya saat ini.

“Saat ini hanya satu tim yang mungkin menang, dan itu adalah tim (berwarna) oranye (McLaren),” papar Verstappen.

Pebalap asal Belanda itu juga mengakui bahwa Red Bull masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk mengejar ketertinggalan dari McLaren yang merupakan juara dunia konstruktor F1 2024.

“Dari sisi kami, kami masih punya banyak pekerjaan. Tim lain juga akan meningkat. Jadi, saya pikir saat ini hanya ada satu tim di depan, tetapi kami punya ide-ide untuk pengembangan,” tandasnya.

Statistik Verstappen di GP Australia

Terlepas dari keraguannya, Verstappen masih memiliki peluang untuk membuktikan dirinya di Australia. Sepanjang kariernya di F1 sejak 2015, ia baru sekali meraih kemenangan di Melbourne, yakni pada musim 2023.

Menarik untuk melihat apakah prediksi Verstappen tentang McLaren benar atau justru Red Bull mampu memberikan kejutan di seri pembuka F1 2025. Semua akan terjawab pada balapan akhir pekan nanti.